Iklan

Iklan

Modernisasi Pelatihan Kerja, Kemnaker Optimalkan Kecerdasan Buatan

dikanal
19 Juli 2026, 17:00 WIB Last Updated 2026-07-19T09:00:48Z
Sekjen Kemnaker, Cris Kuntadi. Foto: Istimewa


JAKARTA, dikanal.com -
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) resmi mengoptimalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menganalisis pasar kerja dan merancang perencanaan pelatihan.

Langkah strategis ini diambil guna memastikan tenaga kerja Indonesia siap menghadapi arus transformasi digital melalui kebijakan yang tepat sasaran serta berbasis data riil di lapangan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker, Cris Kuntadi, menjelaskan bahwa teknologi AI kini menjadi katalis utama yang mengubah lanskap dunia kerja, metode pembelajaran, hingga proses penyusunan kebijakan publik.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Webinar bertema "AI untuk Analisis Kebutuhan Tenaga Kerja & Perencanaan Pelatihan", Jumat (17/7/2026).

"Mandat besar Kemnaker adalah memastikan tenaga kerja kita tidak tertinggal. Tantangannya bukan sekadar menyediakan pelatihan, tetapi memastikan pelatihan tersebut relevan dengan perkembangan industri. Di sinilah peran AI menjadi sangat krusial," ujar Cris Kuntadi dalam forum virtual tersebut.

Dalam arahannya, Cris merinci empat pilar krusial pemanfaatan AI dalam ekosistem ketenagakerjaan nasional, yaitu; Memetakan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri secara cepat, Mengidentifikasi kesenjangan kompetensi (skill gap) secara akurat dan Menyusun program pelatihan yang adaptif dan relevan dengan industri global serta Mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based decision making), bukan sekadar asumsi.

Meski demikian, Cris mengingatkan bahwa teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu. Keberhasilan transformasi ini sepenuhnya bertumpu pada kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh karena itu, aparatur pemerintah beserta tenaga kerja dituntut memiliki pola pikir adaptif serta komitmen terhadap pembelajaran berkelanjutan (continuous learning).

Kemnaker optimistis Indonesia mampu melakukan lompatan besar menuju masa depan ketenagakerjaan yang unggul. Potensi jumlah tenaga kerja yang melimpah dan budaya belajar digital yang kuat dinilai menjadi modal besar jika dipadukan dengan kekuatan teknologi AI.

Melalui optimalisasi ini, Kemnaker berkomitmen membangun ekosistem pengembangan SDM yang modern, inklusif, dan berbasis data. (*/Rio)




Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Modernisasi Pelatihan Kerja, Kemnaker Optimalkan Kecerdasan Buatan

Terkini

Topik Populer

Iklan