Iklan

Iklan

Pemprov Sulut Aktivasi Tanggap Darurat Pasca Gempa Magnitudo 7,6, Satu Warga Manado Dilaporkan Tewas

dikanal
03 April 2026, 12:55 WIB Last Updated 2026-04-03T05:00:14Z
Foto: Istimewa



SULUT, dikanal.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) menetapkan status tanggap darurat menyusul gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah tersebut, Kamis (2/4/2026) pagi.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay langsung memimpin koordinasi cepat untuk memitigasi dampak bencana.

Gempa yang berpusat di laut, sekitar 129 kilometer Tenggara Kota Bitung, sempat memicu kekhawatiran nasional setelah BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Tercatat, sempat terjadi kenaikan permukaan air laut setinggi 0,3 meter di Halmahera Barat dan 0,2 meter di wilayah Bitung sebelum akhirnya situasi dinyatakan melandai dan aman.

Hingga laporan dipublish, satu warga di Kelurahan Sario Utara, Kota Manado, dikonfirmasi meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Selain korban jiwa, sejumlah fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan signifikan.

Infrastruktur yang terdampak antara lain Kantor Walikota Manado, RS Bethesda Tomohon, serta beberapa rumah ibadah. Kerusakan pemukiman warga juga dilaporkan tersebar di wilayah Kabupaten Minahasa, Kota Bitung, dan Kota Tomohon.

Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa seluruh mesin birokrasi dan keamanan telah dikerahkan.

"Kami telah menginstruksikan aktivasi protokol tanggap darurat secara menyeluruh guna memastikan keselamatan warga adalah prioritas utama," ujarnya dalam keterangan resmi.

Menyikapi situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah menjalankan protokol tanggap darurat sebagai berikut:

1. Aktivasi Pusat Komando: Mengaktifkan Posko Tanggap Darurat dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) untuk memantau situasi terkini secara real-time.

2. Koordinasi Lintas Sektoral: Melakukan koordinasi intensif dengan BMKG, BNPB, BPBD tingkat kabupaten/kota, serta unsur TNI/Polri untuk memastikan sinergi evakuasi dan pengamanan.

3. Instruksi Evakuasi & Pengungsian: Menginstruksikan pemerintah kabupaten/kota di seluruh wilayah terdampak untuk segera mengevakuasi masyarakat yang berada di wilayah pesisir ke titik aman serta menyediakan tempat pengungsian yang layak.

4. Pendataan Masif: Melakukan pendataan menyeluruh terhadap kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Laporan awal mencatat kerusakan pada fasilitas publik seperti Kantor Walikota Manado, RS Bethesda Tomohon, Gereja, hingga rumah-rumah penduduk di Kabupaten Minahasa, Bitung, dan Tomohon.

5. Komunikasi Publik: Menyampaikan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara agar tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang tidak bertanggung jawab, namun tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

Gubernur Yulius juga telah melaporkan perkembangan situasi terkini di Sulawesi Utara kepada Menteri Dalam Negeri RI untuk koordinasi bantuan lebih lanjut. Pemprov berjanji akan terus memberikan informasi berkala seiring dengan validasi data di lapangan.

Pemerintah mengimbau warga Sulawesi Utara untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu hoaks yang beredar di media sosial. Meski peringatan tsunami telah berakhir, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. (*/red)





Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pemprov Sulut Aktivasi Tanggap Darurat Pasca Gempa Magnitudo 7,6, Satu Warga Manado Dilaporkan Tewas

Terkini

Topik Populer

Iklan